Parah! Aku dan Tunangku Memutuskan Untuk Menikah, Tapi Bakal Mertuaku Tiba-tiba Menuntut Ganti Rugi 20 Ribu Kerana Alasan Ini, Buat Aku Naik Pitam!

Ada seorang netizen mengongsikan ceritanya di internet dan meminta solusi:

Jadi begini ceritanya. Dalam Perancangannya, aku dan kekasihku akan menikah. Semuanya sudah diatur, hotel pun juga sudah di-book. Tapi tepat sebelum acara pernikahanku, adik perempuanku satu-satunya tiba-tiba kemalangan dan meninggal. Aku sangat sangat terpukul. Aku tak mampu melangsungkan pernikahan dalam suasana berkabung, mau tak mau harus dibatalkan.

Adikku meninggalkan seorang suami dan seorang anak laki-laki usia 2 tahun. Waktu adikku masih hidup, ia sering bawa suami dan anaknya main ke rumah. Aku tahu biasanya ia yang pegang kewangan keluarga. Setelah kepergian adikku, suaminya baru menceritakan semuanya padaku.

Loading...

“Kak, kamu tahu kan Linda sama aku merancang untuk buka kedai? Tapi masalahnya, Linda sudah pakai wang itu untuk beli rumah tanpa persetujuanku, dan rumah itu atas nama orang tua kalian. Modal kita sudah tertanam di sana, aku tak punya modal lagi untuk buka usaha. Boleh tidak kakak bantu aku untuk beberapa tahun ini? Aku masih ada anak yang harus dibesarkan…”

Adik iparku meminta bantuanku untuk memberikannya biaya hidup selama 3 tahun. Soal modal bisnes, ia cari solusi sendiri. Tadinya aku berpikir biar aku saja yang jaga anak saudaraku, tapi ibuku katakan biar adik ipar sendiri saja yang menjaga. Kalau aku bawa anak, nanti menikah repot. Setelah kurundingkan dengan ibu, ibu setuju untuk aku membantu adik ipar biaya hidup dan biaya anaknya, hitung-hitung juga anak saudaraku sendiri, darah daging dari adikku sendiri. Atas dasar inilah aku mau membantu.

Selama 3 tahun, aku rutin mentransfer biaya hidup untuknya setiap bulan. Kami jarang bertemu, namun kadang aku menyempatkan diri untuk melihat anak saudaraku. Kira-kira setelah 2 tahun, bisnesnya mulai berkembang. Tapi aku tetap mengirimnya wang, atas dasar kesepakatan kita waktu itu, 3 tahun.

Setelah 3 tahun, aku dan kekasihku akhirnya memutuskan untuk melangsungkan pernikahan kami yang tertunda. Kali ini, semoga berjalan lancar, tidak tertunda lagi, namun, tak disangka, orang tua kekasihku tiba-tiba meminta ganti rugi 20 ribu atas pernikahan kami yang tertunda. Aku pun tak habis pikir, permintaan macam apa ini

Orang tua kekasihku katakan wang itu untuk biaya kompensasi hotel waktu acara pernikahan dibatalkan 3 tahun lalu, ditambah lagi selama 3 tahun ini kekasihku selalu yang menjagaku, sedangkan penghasilanku kuberikan pada orang luar. Mereka sampai tahu begitu teliti!

Loading...

Jujur saja aku sangat marah. Dan waktu itu, aku tak punya wang sebanyak itu. Tabunganku tak seberapa, kerana tiap bulan harus menanggung biaya hidup adik ipar dan ponakan. Melihat situasiku, kekasihku membicarakan hal ini dengan orang tuanya, dan akhirnya mereka setuju kalau aku cuma perlu bayar wang 5 ribu sebagai tanda maaf.

Pernikahan pun dilangsungkan. Aku sengaja tidak mengundang adik iparku kerana aku tidak ingin mertuaku salah paham atau membuat suasana menjadi canggung. Siapa sangka, adik iparku muncul di pelaminan beserta anak saudaraku. Aku terkejut melihatnya. Terakhir kali kita bertemu sudah lama sekali. Ia tampak rapi dan terlihat sudah lebih mapan sekarang.

Di hadapan mertuaku dan semua orang, ia berkata, “Kak, selamat atas pernikahannya! Terima kasih telah membantuku selama ini. Di dalam bag ini ada wang 80 ribu, terimalah! Ini adalah tanda terima kasih dariku kerana telah membantuku selama 3 tahun ini. Aku sangat berterima kasih! Aku masih adik iparmu. Kalau kakak perlu bantuan, silahkan datang, aku pasti bantu!”

Mertuaku yang menyaksikan itu semua langsung berubah raut wajahnya. Setelah acara selesai, ia meminta padaku sisa wang 15 ribu yang belum dibayar. Lho? Tapi, bukannya kemarin sudah sepakat bayar 5 ribu? Kok sekarang berubah lagi? Wang ini mau aku pakai untuk buka kedai nanti!

Bagaimana menurut kalian? Apa aku harus tetap bayar 15 ribu lagi dan anggap masalah selesai, atau ada cara lain supaya mertuaku boleh mengubah pikirannya?

Setelah cerita ini diunggah, ada netizen yang membalas:

“Mertua macam apa itu!? Mata duitan!”

Parah, orang juga bukan sengaja batalin, sudah ada tanda maaf masih tidak cukup!?”

“Bilang sama mertua kalau kamu tidak punya wang! Wang itu mau kamu pakai buat buka usaha, itu pun masih tidak cukup! Kalau demi masa depan kalian berdua dan anak, mungkin mertua bakal mengerti.”

Loading...

“Kamu kakak ipar yang baik, sayang ketemu mertua gak pengertian!”

Bagaimana menurut sobat Cerpen? Ada solusi untuk wanita ini?

Sumber: happylady

Di kemaskini dan Di olah Oleh : Kisah Benar Media Network

 

Loading...